Melihat berita negeri Korea Selatan, tentunya ingatan kita tertuju pada tenaga kerja indonesia yang 90% bekerja dibidang formal.Disana para tki kerja keras yang kadang-kadang tidak mengenal hari dan waktu. Lain dari hari biasanya, seminar kewirausahaan dan profesionalisme bagi pelajar dan tenaga kerja Indonesia di Korea.
Seminar ini sudah lama menjadi agenda, menurut Dr.yaya Rukayadi salah seorang moderator bahwa seminar pernah diselenggarakan beberapa tahun yang lalu. Terakhir diselenggarakan pada tahun 2000, jadi pernah ada kekosongan selama 4 tahun. Seminar yang sama akan sering diadakan pada waktu yamg akan datang. Seminar kali ini atas inisiatif para pelajar dikoordinir PERPIKA bekerja sama dengan IKMI (Ikatan Keluarga Muslim Indonesia) dan ICC (indonesia community in corea) didukung dan difasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia Seoul. Pelaksanaan bertempat di kantor KBRI lantai 2 pada jam 10.00-15.30 waktu setempat.
Perhatian yang besar dari kalangan pelajar,tki dan beberapa LSM.walaupun pagi hari harus berangkat pada suhu yang sangat dingin. Dengan semangat mereka datang dari berbagai daerah sekitar seoul. Seminar juga dihadiri staf KBRI dan beberapa pebisnis Indonesia di Korea selatan. Data panitiya seminar dari ticket yang terjual 90% peserta dapat hadir.
PEMBICARA DAN JALANNYA SEMINAR
Dalam seminar ini presiden PERPIKA Hari Devianto dan Arif Suharyono ketua pelaksana mengundang pembicara yang sudah berpengalaman dari jakarta. Drs.D Sudrajat Rasyid,MM Deputi Kewirausahaan Pemuda Dan Industri Olahraga,Kantor Menteri Negara Pemuda Dan Olahraga RI.Pietra Sarosa,RFA,MSM Managing Partner Sarosa Consulting Group (Penulis dan Entrepreneur). Juga diundang Lilik Teguh Pambudi (Lulusan IBP Bogor, Penulis dan Wirausaha) Graduate Master Student Pukyeong National University di Pusan.
Ketua pelaksana Arif Suharyono menjelaskan tentang pentingnya diselenggarakan seminar kewirausahaan dan profesionalisme bagi pelajar dan tki setelah kembali ke Indonesia. Sedangkan Hari Devianto mengemukakan misi PERPIKA untuk menbentuk kerjasama antar pelajar di korea selatan. Sambutan Dubes RI untuk korea yang sedang ada kepentingan di jakarta diwakili konsuler bidang ekonomi membuka seminar di sambut meriah seluruh peserta.
Sebagai keynote speaker wakil dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga RI bertemakan percepatan pertumbuhan wirausaha muda di Indonesia melalui gerakan nasional kewirausahaan pemuda. Dalam penjelasan akan arti pentingnya pekerja global dengan profesionalisme yang berkembang harus didukung pembelajaran yang kuat,sehingga melahirkan etos kerja yang tinggi. Mampu bekerja dimanapun, kapan saja dengan fasilitas yang ada. Kewirausahaan adalah inti dari ekonomi dan industri menjadi jati diri pemuda dalam kepeloporan,kepemimpinan dan kemandirian.
Keynote Speaker Drs.D sudrajat rasyid Deputi Kewirausahaan Pemuda Dan Industri Olahraga sedang menberi penjelasan tentang visi dan misi gerakan nasional kewirausahaan pemuda.
Guna merealisasikannya gerakan nasional kewirausahaan pemuda sedang di rintis penyusunan kurikulum tentang kewirausahaan dan jiwa entrepreneur bekerjasama dengan perguruan tinggi, yayasan, pondok pesantren dan lembaga lain di indonesia. Diakhir pembicaraan dia memaparkan agenda-agenda untuk memperkenalkan produk-produk hasil wirausaha pemuda Indonesia. Dengan mengadakan event di dalam dan luar negeri, melibatkan pemuda, pelajar, pekerja dan masyarakat indonesia. Seperti yang dicontohkan di australia bekerjasama dengan pelajar di sana sukses menyelenggarakan event promosi pariwisata dan produk-produk Indonesia.
Pada sesi yang pertama Lilik Teguh Pambudi mengambil tema menumbuhkan motivasi berusaha dan kemauan membangun usaha kecil dan menengah di kalangan TKI dan pelajar. Gaya penyampaian pembicara yang lugas,praktis dan unik dengan tutur kata mudah dipahami, membuat Peserta konsentrasi mendengar dan mengikuti alur pembicaraan. Membantu menemukan kiat-kiat dan tips-tips khusus untuk mendapatkan modal serta pengelolaannya yang taktis dan sederhana. Menyisipkan kata mutiara untuk menumbuhkan motivasi disertai contoh pengusaha yang sukses dari usaha kecil sehingga menjadi besar.
Pembicara juga mengadakan stimulasi usaha kecil kepada peserta sambil berdiskusi tentang masalah- masalah yang mungkin dihadapi setelah kembali ke Indonesia.
Sedangkan sesi ke-2 managing partner sarosa group pietra sarosa memberikan gambaran tentang perencanaan keuangan di masa depan dengan membuka usaha sendiri sebagai suatu alternatif.peserta diarahkan untuk berfikir mengelola keuangan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan yang ada serta resiko yang dihadapi.
Diakhir acara da penyerahan kenang-kenangan dari Perpika kepada wakil organisasi peserta dan berpartisipasi penyelenggaraan seminar. Pengundian door prize oleh kepala konsuler KBRI seoul bapak Irfan .acara ditutup dengan do`a bersama yang dipimpin bapak haznan abimanyu serta foto bersama dengan pembicara ,panitya dan staf KBRI seoul. Sebelum bubar diberikan sertifikat kepada peserta.
Writed : Taushi75
DIarsipkan di bawah: Entrepreneur, Warta